<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for AL-ILMU.BIZ</title>
	<atom:link href="http://al-ilmu.biz/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://al-ilmu.biz</link>
	<description>Ilmu Syar&#039;i Bisnis Anda...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 May 2013 12:24:45 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Zakat Profesi, Adakah…?? by Abu Husain Abdullah</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/zakat-profesi-adakah%e2%80%a6/comment-page-1/#comment-353</link>
		<dc:creator>Abu Husain Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 12:24:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=1001#comment-353</guid>
		<description><![CDATA[assalamu&#039;alaykum warohmatullah wabarokatuh.
Ustadz mau tanya, misal gaji sebulan 8 jt, namun setelah dikurangi dgn kebutuhan (primer, sekunder dan tersier) sisa sebulan hanya 1jt. nah brarti perkiraan setahun bs menabung 10 sd 12jt, andaikan jmlh ini sudah mencapai nisabnya, bolehkah ana menzakatkan bukan setelah setahun, tp setiap bulannya (spt pembayaran di awal), dgn niatan membayar zakat dan bila ada kelebihan sisanya ana niatkan infaq dan sedeqah (tanpa mengetahui nilai proporsi dari zakat dan infaq tsb)? ana melakukan ini disebabkan takutnya ana menjadi tidak membayar zakat apabila tabungan ana nanti di akhr thn ternyata terpakai utk kebutuhan tersier (bkn kebutuhan pokok) shg mnjd tidak ada sisa lg. jazakallaahu khair



&lt;blockquote&gt;Admin:
Wa&#039;alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh,
Ada dua pendapat dalam masalah ini. Ada yang menyatakan tidak boleh dan ada yang menyatakan boleh. Pendapat yang menyatakan boleh dinilai lebih kuat. Inilah pendapat Abu Hanifah, Syafi’i, Ahmad dan mayoritas ulama salaf.

Beberapa dalil yang membolehkan mengeluarkan zakat sebelum mencapai haul:

Dari ‘Ali, ia berkata,

????? ??????????? ?????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ??? ????????? ?????????? ?????? ???? ??????? ????????? ???? ??? ??????

“Al ‘Abbas bertanya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bolehkah mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam hal itu. ”[1]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada ‘Umar,

?????? ?????? ???? ???????????? ???????? ????? ??????????? ?????????? ????? ????? ???????

“Kami dahulu pernah meminta memajukan penunaian zakat dari harta Al ‘Abbas pada tahun ini, padahal ini baru masuk tahun pertama.”[2]

Selain itu, tidak ada dalil yang menunjukkan terlarangnya hal ini. Sedangkan dalil,

???????? ??? ????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????????

“Dan tidak ada zakat pada harta hingga mencapai haul”[3], hadits ini tidak menunjukkan larangan menunaikan zakat sebelum mencapai haul. Dan sekali lagi, zakat berbeda dengan shalat yang memiliki batasan waktu awal dan akhir. Dan tidak bisa kita qiyaskan (analogikan), satu ibadah dengan ibadah dengan lainnya karena asalnya tidak sama. Dan juga shalat memiliki batasan waktu yang tidak bisa kita analogikan.[4]

Alasan lain, boleh saja mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul jika terdapat sebab wajibnya asalkan telah mencapai nishob secara sempurna. Hal ini semisal dengan penunaian utang sebelum jatuh tempo atau penunaian kafaroh sumpah sebelum sumpah tersebut dibatalkan.
Wallahu waliyyut taufiq.
@ KSU, Riyadh, KSA, 14 Rajab 1433 H
sumber: www.rumaysho.com&lt;/blockquote&gt;

]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum warohmatullah wabarokatuh.<br />
Ustadz mau tanya, misal gaji sebulan 8 jt, namun setelah dikurangi dgn kebutuhan (primer, sekunder dan tersier) sisa sebulan hanya 1jt. nah brarti perkiraan setahun bs menabung 10 sd 12jt, andaikan jmlh ini sudah mencapai nisabnya, bolehkah ana menzakatkan bukan setelah setahun, tp setiap bulannya (spt pembayaran di awal), dgn niatan membayar zakat dan bila ada kelebihan sisanya ana niatkan infaq dan sedeqah (tanpa mengetahui nilai proporsi dari zakat dan infaq tsb)? ana melakukan ini disebabkan takutnya ana menjadi tidak membayar zakat apabila tabungan ana nanti di akhr thn ternyata terpakai utk kebutuhan tersier (bkn kebutuhan pokok) shg mnjd tidak ada sisa lg. jazakallaahu khair</p>
<blockquote><p>Admin:<br />
Wa&#8217;alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Ada dua pendapat dalam masalah ini. Ada yang menyatakan tidak boleh dan ada yang menyatakan boleh. Pendapat yang menyatakan boleh dinilai lebih kuat. Inilah pendapat Abu Hanifah, Syafi’i, Ahmad dan mayoritas ulama salaf.</p>
<p>Beberapa dalil yang membolehkan mengeluarkan zakat sebelum mencapai haul:</p>
<p>Dari ‘Ali, ia berkata,</p>
<p>????? ??????????? ?????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ??? ????????? ?????????? ?????? ???? ??????? ????????? ???? ??? ??????</p>
<p>“Al ‘Abbas bertanya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bolehkah mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam hal itu. ”[1]</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata pada ‘Umar,</p>
<p>?????? ?????? ???? ???????????? ???????? ????? ??????????? ?????????? ????? ????? ???????</p>
<p>“Kami dahulu pernah meminta memajukan penunaian zakat dari harta Al ‘Abbas pada tahun ini, padahal ini baru masuk tahun pertama.”[2]</p>
<p>Selain itu, tidak ada dalil yang menunjukkan terlarangnya hal ini. Sedangkan dalil,</p>
<p>???????? ??? ????? ??????? ?????? ??????? ???????? ?????????</p>
<p>“Dan tidak ada zakat pada harta hingga mencapai haul”[3], hadits ini tidak menunjukkan larangan menunaikan zakat sebelum mencapai haul. Dan sekali lagi, zakat berbeda dengan shalat yang memiliki batasan waktu awal dan akhir. Dan tidak bisa kita qiyaskan (analogikan), satu ibadah dengan ibadah dengan lainnya karena asalnya tidak sama. Dan juga shalat memiliki batasan waktu yang tidak bisa kita analogikan.[4]</p>
<p>Alasan lain, boleh saja mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul jika terdapat sebab wajibnya asalkan telah mencapai nishob secara sempurna. Hal ini semisal dengan penunaian utang sebelum jatuh tempo atau penunaian kafaroh sumpah sebelum sumpah tersebut dibatalkan.<br />
Wallahu waliyyut taufiq.<br />
@ KSU, Riyadh, KSA, 14 Rajab 1433 H<br />
sumber: <a href="http://www.rumaysho.com" rel="nofollow">http://www.rumaysho.com</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukuman Bagi Pelaku Riba by Muhammad Yunus Mamung</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/hukuman-bagi-pelaku-riba/comment-page-1/#comment-347</link>
		<dc:creator>Muhammad Yunus Mamung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 01:35:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=715#comment-347</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana hukum tentang Pegadaian, khususnya yang ada di Indonesia??? Apakah termasuk riba??? Jika iya, di manakah saya bisa mendapatkatkan Pegadaian atau simpan pinjam yang Ga Riba???]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana hukum tentang Pegadaian, khususnya yang ada di Indonesia??? Apakah termasuk riba??? Jika iya, di manakah saya bisa mendapatkatkan Pegadaian atau simpan pinjam yang Ga Riba???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Pegadaian &amp; Jaminan BPKB by Muhammad Yunus Mamung</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/hukum-pegadaian-jaminan-bpkb/comment-page-1/#comment-346</link>
		<dc:creator>Muhammad Yunus Mamung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 01:06:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=914#comment-346</guid>
		<description><![CDATA[Di manakah saya bisa mendapatkan Pegadaian yang gak riba khususnya di Jogjakarta???]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di manakah saya bisa mendapatkan Pegadaian yang gak riba khususnya di Jogjakarta???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on HARTA-HARTA YANG WAJIB DIKELUARKAN ZAKATNYA by ummu amir</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/harta-harta-yang-wajib-dikeluarkan-zakatnya/comment-page-1/#comment-246</link>
		<dc:creator>ummu amir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 04:20:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=1005#comment-246</guid>
		<description><![CDATA[assalamu&#039;alaykum, 1. bagaimana apabila seseorang mempunyai perhiasan emas tapi tidak pernah dipakai/dipakainya jarang sekali hanya karena itu adalah pemberian orang tuanya, apakah perlu dikeluarkan zakatnya? 2. apabila seseorang menaruh dagangannya di mall yang mana harga jualnya barang-barangnya menjadi tinggi (4xmodal, misal modal 100 ribu harga jualnya mjd 400 ribu), sehingga bila diitung kekayaan barang dagangannya menjadi mahal sekali bagaimana menghitung zakat perdagangannya? dan apabila orang tersebut tidak mempunyai uang simpanan karena uang nya berputar terus bagaimana membayar zakatnya?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum, 1. bagaimana apabila seseorang mempunyai perhiasan emas tapi tidak pernah dipakai/dipakainya jarang sekali hanya karena itu adalah pemberian orang tuanya, apakah perlu dikeluarkan zakatnya? 2. apabila seseorang menaruh dagangannya di mall yang mana harga jualnya barang-barangnya menjadi tinggi (4xmodal, misal modal 100 ribu harga jualnya mjd 400 ribu), sehingga bila diitung kekayaan barang dagangannya menjadi mahal sekali bagaimana menghitung zakat perdagangannya? dan apabila orang tersebut tidak mempunyai uang simpanan karena uang nya berputar terus bagaimana membayar zakatnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Zakat Profesi, Adakah…?? by Abu Asad Tri Widodo</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/zakat-profesi-adakah%e2%80%a6/comment-page-1/#comment-231</link>
		<dc:creator>Abu Asad Tri Widodo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 00:56:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=1001#comment-231</guid>
		<description><![CDATA[izin kopas...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin kopas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Apakah Zakat Profesi Disyariatkan? by ARI</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/fatwa-bisnis-perdagangan/tanya-jawab/apakah-zakat-profesi-disyariatkan/comment-page-1/#comment-230</link>
		<dc:creator>ARI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 23:05:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=589#comment-230</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&quot;alaikum Wr. Wb..
Saya mau menanyakan masalah zakat.. Saya seorang pegawai BUMN dengan Penghasilan saya satu tahun ini kira-kira 10 jutaan perbulan Saat ini saya mempunyai sebuah rumah yang saya miliki dengan KPR dari sebuah Bank, yang mana kredit rumah tersebut selama 15 th, dan baru berjalan sekitar 6 tahun.. Cicilan perbulan fluktuatif dan berkisar antara 1,7 jt s/d 2 jt. Saya juga punya sebuah mobil yang juga didapatkan dengan cara kredit.. Diperkirakan total kredit yang harus saya bayar sekitar 5 jutaan perbulan.. .. Sedangkan sisa yang 5 juta saya pergunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan keperluan lain seperti biaya sekolah anak dll.. Pertanyaan saya, berapa besar saya harus mengeluarkan zakat penghasilan dan apakah berdasarkan penghasilan atau setelah dipotong utang dan kebutuhan? Saya mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan saya berdasarkan keterangan saya di atas??   Terima kasih, Assalamualaikum Wr.Wb ..

&lt;em&gt;Admin:
Wa&#039;alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh,
Dalam artikel di atas telah dijelaskan bahwa dalam Islam tidak ada zakat profesi. Jadi anda tidak diwajibkan mengeluarkan zakat atas gaji anda tersebut.
Tetapi jika anda mau anda bisa berinfaq atau bersedekah (ini jumlahnya bebas) dan penyalurannya pun lebih luas cakupannya daripada zakat, bisa secara langsung atau melalui badan amil zakat (misalnya melalui &lt;a href=&quot;http://bmt-assunnah.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://bmt-assunnah.com&lt;/a&gt; atau &lt;a href=&quot;http://zakatmuslim.wordpress.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://zakatmuslim.wordpress.com/&lt;/a&gt;).
Kecuali jika anda telah menyimpan sebagian gaji anda sebagai harta simpanan/tabungan dengan jumlah melebihi nishab dan sudah tersimpan dalam waktu 1 tahun. Nishabnya adalah 85 gr emas (1 gr emas = Rp.370000) atau nishab perak 595 gr (1 gr perak = Rp.6000). Maka anda keluarkan zakat 2,5% dari yang telah mencapai nishab dan haul tersebut. Wallahu a&#039;lam.&lt;/em&gt;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8221;alaikum Wr. Wb..<br />
Saya mau menanyakan masalah zakat.. Saya seorang pegawai BUMN dengan Penghasilan saya satu tahun ini kira-kira 10 jutaan perbulan Saat ini saya mempunyai sebuah rumah yang saya miliki dengan KPR dari sebuah Bank, yang mana kredit rumah tersebut selama 15 th, dan baru berjalan sekitar 6 tahun.. Cicilan perbulan fluktuatif dan berkisar antara 1,7 jt s/d 2 jt. Saya juga punya sebuah mobil yang juga didapatkan dengan cara kredit.. Diperkirakan total kredit yang harus saya bayar sekitar 5 jutaan perbulan.. .. Sedangkan sisa yang 5 juta saya pergunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan keperluan lain seperti biaya sekolah anak dll.. Pertanyaan saya, berapa besar saya harus mengeluarkan zakat penghasilan dan apakah berdasarkan penghasilan atau setelah dipotong utang dan kebutuhan? Saya mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan saya berdasarkan keterangan saya di atas??   Terima kasih, Assalamualaikum Wr.Wb ..</p>
<p><em>Admin:<br />
Wa&#8217;alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh,<br />
Dalam artikel di atas telah dijelaskan bahwa dalam Islam tidak ada zakat profesi. Jadi anda tidak diwajibkan mengeluarkan zakat atas gaji anda tersebut.<br />
Tetapi jika anda mau anda bisa berinfaq atau bersedekah (ini jumlahnya bebas) dan penyalurannya pun lebih luas cakupannya daripada zakat, bisa secara langsung atau melalui badan amil zakat (misalnya melalui <a href="http://bmt-assunnah.com" rel="nofollow">http://bmt-assunnah.com</a> atau <a href="http://zakatmuslim.wordpress.com/" rel="nofollow">http://zakatmuslim.wordpress.com/</a>).<br />
Kecuali jika anda telah menyimpan sebagian gaji anda sebagai harta simpanan/tabungan dengan jumlah melebihi nishab dan sudah tersimpan dalam waktu 1 tahun. Nishabnya adalah 85 gr emas (1 gr emas = Rp.370000) atau nishab perak 595 gr (1 gr perak = Rp.6000). Maka anda keluarkan zakat 2,5% dari yang telah mencapai nishab dan haul tersebut. Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ZAKAT MAL/HARTA DAN JALUR PENDISTRIBUSIANNYA by nurdin</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/zakat-malharta-dan-jalur-pendistribusiannya/comment-page-1/#comment-225</link>
		<dc:creator>nurdin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 11:08:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=1007#comment-225</guid>
		<description><![CDATA[assalamu&#039;alaikuum?, bagaimana dengan harta benda yg ada dirumah,misalnya semua perabotan rumah tangga,apakah harus dikeluarkan zakatnya juga, semua alat2 rmh tangga, sprti piring,panci,dan lain2.

&lt;em&gt;Admin:
Wa&#039;alaykumussalaam warahmatullah,
Tidak terkena zakat. Barang yang dipakai sebagai kebutuhan sehari-hari maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Wallahu a&#039;lam.&lt;/em&gt;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikuum?, bagaimana dengan harta benda yg ada dirumah,misalnya semua perabotan rumah tangga,apakah harus dikeluarkan zakatnya juga, semua alat2 rmh tangga, sprti piring,panci,dan lain2.</p>
<p><em>Admin:<br />
Wa&#8217;alaykumussalaam warahmatullah,<br />
Tidak terkena zakat. Barang yang dipakai sebagai kebutuhan sehari-hari maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on ZAKAT MAL/HARTA DAN JALUR PENDISTRIBUSIANNYA by Abu Ilmiy</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/zakat-malharta-dan-jalur-pendistribusiannya/comment-page-1/#comment-219</link>
		<dc:creator>Abu Ilmiy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 03:03:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=1007#comment-219</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaykum..
Ustadz,ana mau menanyakan mengenai penghitungan zakat maal,,berikut adalah gambaran kasusnya:
Pada tahun 2008, ana memiliki harta sejumlah X rupiah(belum melebihi nishob emas tapi sudah melebihi nishob perak), tapi ana tidak mengeluarkan daripadanya zakat karena ana dulu memandang patokannya mesti pada nishob emas. Kemudian setelah berlalu tahun berikutnya yakni tahun 2009 harta tadi menjadi sejumlah X+1 rupiah(melebihi nishob emas dan perak).
Pertanyaan ana adalah:
a. harta manakah yang dijadikan dasar penghitungan zakat, X atau X+1??
b. Apakah piutang dimasukkan juga dalam penghitungan zakat tersebut??]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaykum..<br />
Ustadz,ana mau menanyakan mengenai penghitungan zakat maal,,berikut adalah gambaran kasusnya:<br />
Pada tahun 2008, ana memiliki harta sejumlah X rupiah(belum melebihi nishob emas tapi sudah melebihi nishob perak), tapi ana tidak mengeluarkan daripadanya zakat karena ana dulu memandang patokannya mesti pada nishob emas. Kemudian setelah berlalu tahun berikutnya yakni tahun 2009 harta tadi menjadi sejumlah X+1 rupiah(melebihi nishob emas dan perak).<br />
Pertanyaan ana adalah:<br />
a. harta manakah yang dijadikan dasar penghitungan zakat, X atau X+1??<br />
b. Apakah piutang dimasukkan juga dalam penghitungan zakat tersebut??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KPR Bank by irfan</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/fatwa-bisnis-perdagangan/tanya-jawab/kpr-bank/comment-page-1/#comment-193</link>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 04:15:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=707#comment-193</guid>
		<description><![CDATA[Pengasuh Yth,
Sehubungan rencana saya untu membeli rumah via KPR, saya ingin menanyakan berapa biaya notaries yang umum dikenakan untuk:
1.	Akta Jual Beli
2.	Balik Nama Sertifikat
3.	ganti buku sertifikat.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengasuh Yth,<br />
Sehubungan rencana saya untu membeli rumah via KPR, saya ingin menanyakan berapa biaya notaries yang umum dikenakan untuk:<br />
1.	Akta Jual Beli<br />
2.	Balik Nama Sertifikat<br />
3.	ganti buku sertifikat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membentengi Rumah dari Setan, bag 1 by nabila 'izzat</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/membentengi-rumah-dari-setan-bag-1/comment-page-1/#comment-176</link>
		<dc:creator>nabila 'izzat</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 14:53:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=983#comment-176</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah,

jazaakillahu khair untuk share ilmumnya
ana ijin share ya ^^]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah,</p>
<p>jazaakillahu khair untuk share ilmumnya<br />
ana ijin share ya ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Memanfaatkan Harta Hasil dari Riba by miaksarawak</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/fatwa-bisnis-perdagangan/memanfaatkan-harta-hasil-dari-riba/comment-page-1/#comment-155</link>
		<dc:creator>miaksarawak</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 15:32:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=918#comment-155</guid>
		<description><![CDATA[salam.
terima kasih, minta izin copy..

1 persoalan:
sekiranya seseorang wanita menjadi penyanyi, lantas dia mendapat wang hasil nyanyianya, albumnya, konsert-konsert nya, dan seumpamanya. bila hartanya sudah banyak dan menjadi kaya raya, dia menggunakan wang kekayaannya untuk membuka satu perusahaan. lalu dia jual produk2 nya. persoalannya,
 - apakah hukum membeli produk itu?
 - bagaimanakah hukum orang penyanyi tersebut dan bagaimana bisa bertaubat dengan duit itu?

syukran, semoga Allah memberkahi kalian.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
terima kasih, minta izin copy..</p>
<p>1 persoalan:<br />
sekiranya seseorang wanita menjadi penyanyi, lantas dia mendapat wang hasil nyanyianya, albumnya, konsert-konsert nya, dan seumpamanya. bila hartanya sudah banyak dan menjadi kaya raya, dia menggunakan wang kekayaannya untuk membuka satu perusahaan. lalu dia jual produk2 nya. persoalannya,<br />
 &#8211; apakah hukum membeli produk itu?<br />
 &#8211; bagaimanakah hukum orang penyanyi tersebut dan bagaimana bisa bertaubat dengan duit itu?</p>
<p>syukran, semoga Allah memberkahi kalian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bagaimana Menjadi Pegawai yang Amanah? by abdul manaf al-ghojali</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/bagaimana-menjadi-pegawai-yang-amanah/comment-page-1/#comment-145</link>
		<dc:creator>abdul manaf al-ghojali</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 15:24:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=947#comment-145</guid>
		<description><![CDATA[bagai mana hukum nya seorang pekerja korupsi waktu?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagai mana hukum nya seorang pekerja korupsi waktu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by ratna</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-144</link>
		<dc:creator>ratna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 16:11:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=212#comment-144</guid>
		<description><![CDATA[ijin copas n share ustad.jazakallah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin copas n share ustad.jazakallah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bolehkah Seorang Muslim Mewarisi Harta Orang Tuanya yang Kafir? by ummu_khubayb</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/fatwa-bisnis-perdagangan/bolehkah-seorang-muslim-mewarisi-harta-orang-tuanya-yang-kafir/comment-page-1/#comment-143</link>
		<dc:creator>ummu_khubayb</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 10:42:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=921#comment-143</guid>
		<description><![CDATA[bismillah,
ana mau tanya, 1.Saat kapan seorang muslim itu dikatakan kafir? 2.Diantara banyaknya pendapat para ulama tentang keislaman seseorang itu, ada  pendapat yang memasukkan  shalat sebagai tolak ukurnya.sehingga bahkan dalam hal menjadi wali nikah juga ,apabila seseorang itu tidak menjalankan sholat secara seharusnya, maka dia tidak berhak untuk menikahkan anaknya(misalnya).yang jadi pertanyaan&quot;apabila seorang laki2 muslim meninggal sementara sepanjang hidupnya dia tidak menjalankan shalat secara seharusnya bahkan lidahnya lumayan kaku dalam bersyahadat sanking jarangnya ia berzikir, ditambah lagi begitu seringnya ia berdukun  dan memakai jimat yang beranekaragam,sementara itu anak perempuannya tidak menyepelekan perkara2 tadi, dan insyaallah menerima kalau nantinya dia tiidak mendapat harta warisan, Apakah suatu perbuatan yang benar jika anak itu tidak mau menerima warisan ayahnya dengan alasan2 diatas?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah,<br />
ana mau tanya, 1.Saat kapan seorang muslim itu dikatakan kafir? 2.Diantara banyaknya pendapat para ulama tentang keislaman seseorang itu, ada  pendapat yang memasukkan  shalat sebagai tolak ukurnya.sehingga bahkan dalam hal menjadi wali nikah juga ,apabila seseorang itu tidak menjalankan sholat secara seharusnya, maka dia tidak berhak untuk menikahkan anaknya(misalnya).yang jadi pertanyaan&#8221;apabila seorang laki2 muslim meninggal sementara sepanjang hidupnya dia tidak menjalankan shalat secara seharusnya bahkan lidahnya lumayan kaku dalam bersyahadat sanking jarangnya ia berzikir, ditambah lagi begitu seringnya ia berdukun  dan memakai jimat yang beranekaragam,sementara itu anak perempuannya tidak menyepelekan perkara2 tadi, dan insyaallah menerima kalau nantinya dia tiidak mendapat harta warisan, Apakah suatu perbuatan yang benar jika anak itu tidak mau menerima warisan ayahnya dengan alasan2 diatas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BAGAIMANA MEMANFAATKAN BUNGA BANK by ummu abdullah</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/fatwa-bisnis-perdagangan/bagaimana-memanfaatkan-bunga-bank/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>ummu abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 09:25:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=834#comment-142</guid>
		<description><![CDATA[assalammu &#039;alaikum warahmatullahi wa barakatuh. 10 tahun seorang akhwat  pernah studi di negara kafir. Pada saat kembali ke tanah air meninggalkan hutang kartu kredit. Saat ini ia ingin membayar hutang tersebut tapi tidak tahu caranya bagaimana karena ia sudah tidak punya data2 mengenai hutang tersebut dan harus membayarnya kemana. 
Bisahkah ia membayarkan perkiraan jumlah hutang tersebut kepada anak yatim atau pada orang yang membutuhkan dengan niat sebagai pelunasan hutangnya dulu?
Jazakumullah khair]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalammu &#8216;alaikum warahmatullahi wa barakatuh. 10 tahun seorang akhwat  pernah studi di negara kafir. Pada saat kembali ke tanah air meninggalkan hutang kartu kredit. Saat ini ia ingin membayar hutang tersebut tapi tidak tahu caranya bagaimana karena ia sudah tidak punya data2 mengenai hutang tersebut dan harus membayarnya kemana.<br />
Bisahkah ia membayarkan perkiraan jumlah hutang tersebut kepada anak yatim atau pada orang yang membutuhkan dengan niat sebagai pelunasan hutangnya dulu?<br />
Jazakumullah khair</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nasehat untuk Para Pegawai Bank by andri</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/nasehat-pebisnis-pengusaha-muslim/nasehat-untuk-para-pegawai-bank/comment-page-1/#comment-141</link>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 02:13:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=828#comment-141</guid>
		<description><![CDATA[Mo tanya nih bagaimana hukumnya gadai? soalnya mo buka usaha gadai laptop dan hp]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mo tanya nih bagaimana hukumnya gadai? soalnya mo buka usaha gadai laptop dan hp</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KPR Bank by abdullah ba'abud</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/fatwa-bisnis-perdagangan/tanya-jawab/kpr-bank/comment-page-1/#comment-140</link>
		<dc:creator>abdullah ba'abud</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 05:04:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=707#comment-140</guid>
		<description><![CDATA[terima kasih buat ilmunya....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih buat ilmunya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mewaspadai Sistem Ekonomi Yahudi by Irdham</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/mewaspadai-sistem-ekonomi-yahudi/comment-page-1/#comment-139</link>
		<dc:creator>Irdham</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 14:19:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=816#comment-139</guid>
		<description><![CDATA[Mohon penjelasannya Mas saya belum paham. 

&quot;Yaitu seseorang menjual barangnya kepada orang lain dengan cara kredit, lantas barang tersebut diserahkan kepada si pembeli. Kemudian (si penjual) membeli barang yang dijualnya tersebut secara kontan dari si pembeli tadi (sebelum lunas kreditnya) dengan harga yang lebih murah dari harga penjualannya&quot;

irdham.46@gmail.com]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon penjelasannya Mas saya belum paham. </p>
<p>&#8220;Yaitu seseorang menjual barangnya kepada orang lain dengan cara kredit, lantas barang tersebut diserahkan kepada si pembeli. Kemudian (si penjual) membeli barang yang dijualnya tersebut secara kontan dari si pembeli tadi (sebelum lunas kreditnya) dengan harga yang lebih murah dari harga penjualannya&#8221;</p>
<p><a href="mailto:irdham.46@gmail.com">irdham.46@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by Ahmad</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-138</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 16:08:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=212#comment-138</guid>
		<description><![CDATA[Jazakumullah khairan katsiiro atas penjelasan mengenai bisnis MLM. Dengan penjelasan di atas, maka kita bisa menilai mana bisnis jaringan yang tidak dibolehkan dan mana bisnis jaringan yang dibolehkan. Karena ada juga bisnis jaringan yang tidak seperti yang disebutkan di atas. Sehingga jangan sampai kita mengharamkan yang halal.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakumullah khairan katsiiro atas penjelasan mengenai bisnis MLM. Dengan penjelasan di atas, maka kita bisa menilai mana bisnis jaringan yang tidak dibolehkan dan mana bisnis jaringan yang dibolehkan. Karena ada juga bisnis jaringan yang tidak seperti yang disebutkan di atas. Sehingga jangan sampai kita mengharamkan yang halal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Beberapa Hukum Berkaitan Dengan Undian by Admin</title>
		<link>http://al-ilmu.biz/artikel-islami/beberapa-hukum-berkaitan-dengan-undian/comment-page-1/#comment-137</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 16:08:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://al-ilmu.biz/?p=652#comment-137</guid>
		<description><![CDATA[Wa&#039;alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh, dalam tanya jawab dauroh riba di masjid jajar Solo ustadz Dzulqarnain menjawab pertanyaan mirip, inti jawaban beliau, sebagai karyawan tidak boleh menerima bonus atau tips dari konsumen karena dia digaji untuk pekerjaan itu. kecuali majikannya mengijinkan. lebih jelasnya coba download dan dengar kajiannya, lihat blog alklateny.wordpress.com 
wallahu a&#039;lam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh, dalam tanya jawab dauroh riba di masjid jajar Solo ustadz Dzulqarnain menjawab pertanyaan mirip, inti jawaban beliau, sebagai karyawan tidak boleh menerima bonus atau tips dari konsumen karena dia digaji untuk pekerjaan itu. kecuali majikannya mengijinkan. lebih jelasnya coba download dan dengar kajiannya, lihat blog alklateny.wordpress.com<br />
wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
