Memberitahu Cacat Dagangan

Memberitahu Cacat Dagangan

Mufti: Dewan Tetap Pengkajian Ilmiah Dan Fatwa

Pertanyaan:

Apakah seorang penjual harus menerangkan cacat barang dagangannya kepada pembeli atau, apakah ia harus mengatakan kepada pembeli tentang cacat barang dagangannya secara detail dan tidak cukup hanya dengan tidak menutupi cacat barang tersebut?

Jawaban:

Seorang penjual harus menerangkan secara jujur tentang cacat yang ada pada barang dagangannya. Dan tidak diperbolehkan untuknya menyembunyikan cacat tersebut. Karena hal itu termasuk penipuan. Dan telah tsabit bahwa Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam pernah bersabda:

“Dua orang yang saling berjual beli berhak untuk melakukan khiyar selama mereka tidak saling berpisah. Maka jika keduanya menerangkan keadaan barang dagangan mereka dan berkata jujur, keduanya akan diberkahi dalam jual beli mereka. Sedang kalau keduanya saling menyembunyikan dan berkata dusta, maka keberkahan jual beli mereka akan terhapus.”

Wa billaahi t tawfiiq. Wa shollallaahu ‘alaa nabiyyinaa muhammadin wa aalihii wa shohbihii wa sallam.

Diterjemahkan oleh Abu Abdil Halim Zulkarnain, untuk: http://al-ilmu.biz

Sumber: http://www.alifta.net

Teks Asli:

س: هل يجب أن يبين البائع العيب للمشتري، أو أن يقول له عنه ويحدده له ولا يكتفي بعدم إخفائه؟

ج: يجب على البائع بيان ما في السلعة من عيب بصدق، ولا يحل له كتمان ما فيها من العيوب؛ لأن ذلك من الغش، وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

البيعان بالخيار ما لم يتفرقا، فإن بينا وصدقا بورك لهما في بيعهما، وإن كتما وكذبا محقت بركة بيعهما

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء