Menjual Barang Yang Belum Dipindah-tangan

Menjual Barang Yang Belum Dipindah-tangan

Mufti: Asy Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rohimahullaah

Pertanyaan:

Sebagian pedagang membeli barang namun tidak mengambil atau memeriksa barang tersebut. Mereka hanya mengambil bukti penjualan dan penerimaan untuk nilai barang. Dan mereka membiarkan barang itu di tempat penyimpanan milik pedagang pertama yang darinya mereka membeli. Pedagang kedua ini lalu menjual barang tadi kepada orang lain, sedangkan barang itu masih di tempat penyimpanan milik pedagang pertama. Bagaimanakah hukumnya?

Jawaban:

Si pembeli tidak boleh menjual barang tadi selama barang itu masih berada di tempat penjual, sampai diterima olehnya, dan dipindahkan ke rumahnya atau ke pasar. Berdasarkan dalil yang telah tsabit dari Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam yaitu hadis-hadis shahih tentang hal tersebut. Di antaranya adalah sabda beliau shollallahu’alayhiwasallam:
“Tidak halal pinjaman yang bersamaan dengan penjualan, dan juga tidak halal menjual sesuatu yang tidak ada padamu”. Hadis ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan Para Penyusun Sunan dengan isnad yang shahih. Juga berdasarkan sabda beliau shollallahu’alayhiwasallam kepada Hakim Bin Hizam: “Janganlah kamu menjual apa yang tidak ada padamu”. Dikeluarkan oleh perawi yang lima kecuali Abu Dawud dengan isnad yang bagus. Dan dengan yang telah tsabit dari Zayd Bin Tsabit rodhiyallaahu’anhu dari Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bahwasanya beliau melarang dijualnya barang di tempat barang tersebut dibeli sampai para pembeli itu mengumpulkan barang tadi ke tempat mereka. Ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al Hakim. Begitu juga dengan orang yang membeli barang tersebut dari si pembeli pertama. Ia tidak boleh menjualnya sampai ia memindahkannya ke rumah atau tempat lain di pasar, berdasarkan hadis-hadis tadi.

Diterjemahkan oleh Abu Abdil Halim Zulkarnain, untuk: http://al-ilmu.biz

Sumber: http://www.alifta.net