harta Archive

ZAKAT MAL/HARTA DAN JALUR PENDISTRIBUSIANNYA

ZAKAT MAL/HARTA DAN JALUR PENDISTRIBUSIANNYA

Zakat tidak sah diberikan kecuali kepada 8 golongan yang telah ditentukan syariat. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada seseorang yang datang kepadanya meminta bagian dari zakat, “Apabila engkau termasuk dari 8 golongan tersebut aku berikan.”

Allah Ta’ala berfirman; “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 60)

Dan ia tidak diberikan kecuali kepada mereka yang menggunakannya di jalan ketaatan.

Read the rest of this entry »

HARTA-HARTA YANG WAJIB DIKELUARKAN ZAKATNYA

HARTA-HARTA YANG WAJIB DIKELUARKAN ZAKATNYA

A. ZAKAT EMAS, PERAK DAN UANG

Nishab emas adalah 20 Dinar atau 85 gram emas sedangkan perak 200 dirham atau 595 gram perak. Emas, perak dan mata uang yang telah mencapai nishab wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2,5 % apabila telah mencapai haul atau 1 tahun baik uang itu disiapkan untuk nafkah, nikah, membeli tanah atau membayar hutang maupun untuk yang lainnya.

Hukum zakat perhiasan yang dipakai

Emas, berlian dan batu-batu berharga serta yang sejenisnya bila hanya dipakai maka tidak ada zakatnya. Adapun bila diperdagangkan maka ditaksir harganya dengan nishab salah satu dari emas atau perak, jika telah mencapai nishab dan berlalu satu tahun maka zakatnya 2.5 persen.

B. ZAKAT BINATANG TERNAK

Unta, sapi, dan kambing/domba wajib dikeluarkan zakatnya apabila terpenuhi tiga syarat:

  1. Dipelihara untuk diambil susunya, dikembangbiakan dan digemukkan.
  2. Dalam setahunnya atau mayoritas kehidupannya dalam setahun, hidup dari merumput sendiri bukan dicarikan.
  3. Jumlahnya telah mencapai nishab.

a. Nishab unta dan zakat yang harus dikeluarkan:

5 sampai 9 ekor, zakatnya 1 ekor kambing/domba. Kemudian pada setiap kelipatan 5, zakatnya 1 ekor kambing/domba. Dan apabila jumlah unta mencapai 25 ekor, zakatnya seekor bintu makhath (unta betina yang telah genap setahun) atau seekor ibnu labun (unta jantan yang telah genap 2 tahun). Dan apabila telah mencapai 36 ekor, zakatnya seekor bintu labun (unta betina yang telah genap 2 tahun). Dan apabila mencapai 46 ekor, zakatnya seekor hiqqah (unta betina yang telah genap 3 tahun). Dan apabila mencapai 61 ekor, zakatnya seekor jadza’ah (unta betina yang telah genap 4 tahun). Dan apabila mencapai 71 ekor, zakatnya 2 ekor bintu labun. Dan apabila mencapai 91 ekor sampai 120 ekor, zakatnya 2 ekor hiqqah. Dan apabila lebih dari 120 ekor, pada setiap kelipatan 40 zakatnya seekor bintu labun, dan pada setiap kelipatan 50 zakatnya seekor hiqqah.

b. Nishab sapi dan zakat yang harus dikeluarkan.

Apabila jumlah sapi mencapai 30 ekor, zakatnya 1 ekor tabi’ atau tabi’ah (anak sapi jantan/betina usia 1 tahun). Dan apabila mencapai 40 ekor, zakatnya 1 ekor musinnah (anak sapi usia 2 tahun). Dstnya.

c. Nishab kambing/domba dan zakat yang harus dikeluarkan.

Apabila jumlah kambing/domba mencapai 40 ekor, zakatnya 1 ekor. Dan apabila mencapai 121 ekor, zakatnya 2 ekor. Dan apabila mencapai 201 – 399 ekor, zakatnya 3 ekor. Kemudian pada setiap kelipatan 100, zakatnya 1 ekor.

.

C. ZAKAT BARANG DAGANGAN

Barang dagangan adalah barang yang dipersiapkan untuk jual-beli demi keuntungan, berupa tanah, hewan, makanan, minuman dan alat-alat serta lainnya. Syarat diwajibkan zakat pada harta dagangan ada 4:

a. Dimiliki dengan kehendaknya seperti dengan cara membelinya.

b. Dimiliki dengan niat untuk berdagang.

c. Nilainya mencapai nishab salah satu dari emas atau perak.

d. Telah berlalu 1 tahun.

Cara mengeluarkan zakat barang dagangan:

Barang dagangan apabila telah berlalu 1 tahun dihitung dan ditakar dengan nishab emas atau perak kemudian dikeluarkan 2.5% darinya.

D. ZAKAT PERTANIAN DAN BUAH-BUAHAN

Wajib zakat pada semua jenis biji-bijian dan pada tiap buah yang dapat disimpan seperti beras, gandum, kurma dan kismis dan yang lainnya apabila tercapai nishab pada saat panen. Dan nishab hasil pertanian dan buah-buahan adalah 5 wasaq atau 720 kg.

Adapun hasil pertanian yang rusak jika disimpan (ditimbun) seperti pisang, apel, semangka, sayur-sayuran, bawang, wortel, timun, terong dan yang lainnya maka tidak ada zakatnya.

Kadar wajib zakat pada hasil bumi.

a. 10 persen. Wajib pada hasil panen yang diairi tanpa biaya, seperti yang diairi dengan air hujan atau mata air serta lainnya.

b. 5 persen. Wajib pada hasil panen yang diairi dengan biaya, seperti dengan air sumur yang dikeluarkan dengan alat (mesin) atau lainnya.

Sumber: http://zakatmuslim.wordpress.com/2010/07/29/harta-harta-yang-wajib-dikeluarkan-zakatnya/

Dahsyatnya Ujian Wanita dan Dunia

Dahsyatnya Ujian Wanita dan Dunia

Penulis : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kekuasaan dan hikmah-Nya yang sempurna menjadikan dunia serta perhiasannya yang fana ini sebagai medan ujian dan cobaan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Al-Mulk: 2)

الم. أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-’Ankabut: 1-2)
Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan rahmah-Nya memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya hikmah dihadapkannya mereka kepada berbagai ujian dan cobaan itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-’Ankabut: 3)

Read the rest of this entry »

Peringatan dari Bahaya Godaan Harta

Peringatan dari Bahaya Godaan Harta

Penulis : Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc

Khutbah pertama:

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِالْأَمْوَالِ، وَأَبَاحَ لَنَا التَّكَسُّبَ بِهَا عَنْ طَرِيْقِ حَلاَلٍ، وَشَرَعَ لَنَا تَصْرِيْفَهَا فِيْمَا يُرْضِيْ الْكَبِيْرَ الْمُتَعَالَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ذُو الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَكْرَمُ النَّاسِ فِيْ بَذْلِ الدُّنْيَا عَلَى الْإِسْلاَمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا، أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالىَ وَأَدُّوْا مَا أَوْجَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ فِيْ أَمْوَلِكُمْ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas berbagai limpahan nikmat dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala satu-satu-Nya yang memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, dan saya bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada beliau, keluarga, para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti jalannya.

Hadirin rahimakumullah,

Read the rest of this entry »

Memanfaatkan Harta Hasil dari Riba

Asy-Syaikh Abdullah bin Mar’i hafizhohullah ditanya: Bagaimana kalau di tangan kita ada barang hasil riba?

Beliau pun menjawab:

Read the rest of this entry »

Menyembunyikan Harta yang Wajib Dizakati

Menyembunyikan Harta yang Wajib Dizakati

Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman

Dunia itu hijau, indah nan manis, itulah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentangnya. Karena hijau, indah dan manisnya, banyak orang yang tertipu dengannya, banyak orang yang melupakan akhirat karenanya. Bahkan banyak orang menjadi kanud (penentang) terhadap pemberi nikmat yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Read the rest of this entry »

Bakhil, Sifat yang Tercela

Bakhil, Sifat yang Tercela

Penulis: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا ءَاتَاهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Ali ‘Imran: 180)

Read the rest of this entry »

Jenis-jenis Harta yang Diperselisihkan Zakatnya

Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

Ada beberapa jenis harta yang diperselisihkan zakatnya oleh ulama:
Rikaz (Harta Terpendam Peninggalan Jahiliah)
Rikaz secara bahasa meliputi harta terpendam dan barang tambang. Adapun menurut istilah syariat maknanya terbatas pada harta terpendam peninggalan jahiliah dan tidak termasuk hasil tambang, menurut pendapat yang benar. Ini adalah pendapat jumhur ulama bersama Ibnu Hazm rahimahullahu dan dibenarkan oleh Al-Albani rahimahullahu. Yang menunjukkan hal ini adalah hadits Abu Hurairah rahiyallahu ‘anhu:
وَالْـمَعْدِنُ جُبَارٌ وَفِي الرِّكَازِ الْخُمُسُ
“Korban pertambangan mati sia-sia (tanpa ganti rugi)1 dan pada rikaz ada seperlima bagian yang wajib dibayarkan.” (HR. Bukhari: 1499 dan Muslim:1710)

Read the rest of this entry »

Jenis-jenis Harta yang Terkena Zakat

Jenis-jenis Harta yang Terkena Zakat

Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/8) menerangkan bahwa zakat hanya disyariatkan pada jenis-jenis harta yang mengalami pertambahan. Ada yang bertambah dengan zatnya itu sendiri, seperti binatang ternak dan hasil bumi. Ada pula yang bertambah dengan pergantian zat dan penggunaannya, seperti emas.

Read the rest of this entry »

Harta Batil yang Tersamarkan

Harta Batil yang Tersamarkan

Penulis: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (An-Nisa’: 29)

Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat
لاَ تَأْكُلُوا

“Jangan kalian memakan.”
Yang dimaksud ‘makan’ di sini adalah segala bentuk tindakan, baik mengambil atau menguasai. (Tafsir Al-Alusi)
Ibnul Arabi rahimahullahu menjelaskan: “Maknanya, janganlah kalian mengambil dan janganlah kalian menempuh caranya.” (Ahkam Al-Qur’an, 1/97)

Read the rest of this entry »